Kisah Nyata: Diabetes Tipe 2 dan Luka Gangren yang Dialami Ibu Asmiati Bisa Teratasi

Ulkus diabetes atau luka gangren memang seringkali menimpa penderita diabetes. Ulkus diabetes tersebut merupakan salah satu bentuk komplikasi yang awalnya berupa luka ringan yang tidak disadari kehadirannya oleh si penderita. Komplikasi inilah yang dialami oleh ibu Asmiati. Ia mengidap diabetes tipe 2 sekitar tahun 2010. Semenjak mengidap penyakit gula darah tersebut, Asmiyati pun merasakan beberapa gejala seperti sering buang air kecil, baik siang maupun malam, kepala sering pusing, tubuh cepat lelah dan kesemutan pada jari kaki.

Dengan gejala yang dirasakannya tersebut, Asmiati kemudian mulai memeriksakan diri ke dokter dan rumah sakit. Hasil tes menyatakan bahwa ia terserang diabetes tipe 2. Iapun kemudian menjalani pengobatan diabetes. Namun ia tak merasakan ada hasil yang cukup signifikan. Ia malah merasakan gejala yang timbul semakin membuatnya tersiksa.

Puncak penderitaannya tersebut terjadi pada Juli 2012, dimana rasa pusing yang biasanya menderanya semakin bertambah parah disertai dengan muntah-muntah. Iapun kemudian dibawa ke rumah sakit dan diopname. Kadar gula darahnya pada waktu itu mencapai 700 mg/dl. Setelah menjalani pengobatan selama satu hari di rumah sakit tersebut, Asmiati merasa lemas sekali karena gula darahnya turun drastis sampai 70 mg/dl. Iapun harus diberi minum air gula agar gula darahnya kembali naik.

Kisah Sembuh Pasien Diabetes, Terhindar dari Amputasi

Selain menderita diabetes, Asmiati ternyata juga mengalami luka di bagian betisnya yang waktu itu sudah dalam keadaan membengkak dan menghitam. Dokter yang menanganinya menyarankan Asmiati untuk melakukan beberapa kali operasi mengingat satu atau dua kali operasi belum tentu bisa mengatasi luka pada betisnya tersebut. Bahkan waktu itu dokter juga menyatakan bahwa kakinya tersebut bisa saja diamputasi jika tidak bisa diatasi lewat operasi.

Mendengar keterangan dokter yang merawatnya tersebut, Asmiati menjadi ketakutan dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Ia merasa tidak mendapatkan hasil pengobatan yang diharapkannya di rumah sakti tempat ia dirawat.

Bapak Ibu

  

Ketika masih dirawat inap, kebetulan seorang teman yang datang menjenguk memperkenalkan Asmiati pada obat penyakit gula darah Tahitian Noni. Iapun menurut ketika temannya tersebut menyarankannya untuk minum jus buah Noni dari Tahiti tersebut.

Setelah sehari mengkonsumsi jus buah Noni tersebut, gangren di kaki Asmiati pecah dan mengeluarkan banyak nanah dan darah kotor sampai hampir satu gelas. Hal itu terjadi selama hampir 14 hari. Namun dengan keyakinan bahwa gangren tersebut dapat sembuh, Asmiati tetap melanjutkan mengkonsumsi Tahitian Noni. Pada hari ke-15, tampak perubahan pada luka di betisnya yang mulai mongering dan akhirnya sembuh diikuti dengan gula darahnya yang semakin mendekati stabil. Asmiati pun bersyukur akhirnya dapat terhindar dari amputasi.

Peranan Tahitian Noni dalam Mengatasi Luka Gangren

Tahitian Noni secara klinis telah terbukti mampu meregenerasi sel dan jaringan yang telah mati atau mengalami kerusakan sehingga kemudian fungsinya dapat dioptimalkan kembali. Pada kasus luka gangren ibu Asmiati tersebut tampak jelas, bahwa luka gangren pada betisnya yang pecah dan mengeluarkan nanah disertai darah kotor setelah mengkonsumsi Tahitian Noni, merupakan cara kerja jus buah Noni tersebut dalam hal melakukan proses detoksifikasi racun dari dalam tubuh. Ketika proses detoksifikasi atau pembersihan racun tersebut selesai, maka kemudian syaraf luka akan lebih cepat mengering dan akhirnya bisa teratasi dengan baik.

Sementara itu, untuk kasus diabetes tipe 2 yang diderita, Tahitian Noni nantinya dapat berperan sebagai adaptogen bagi sel reseptor insulin yang akan meningkatkan kembali kepekaannya terhadap insulin. Ketika kepekaan sel reseptor insulin sudah kembali normal, maka iapun akan dapat kembali bekerja optimal dalam hal membantu penyerapan glukosa dalam darah ke dalam sel, sehingga kadar gula darahpun akan kembali stabil.

Klik Di Sini untuk Mengatasi Diabetes dan Segala Efek Buruknya

Comments (1)
  1. hudayati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!