Faktor Resiko Kencing Manis Diabetes dan Cara Mencegahnya

Penyakit kencing manis dan diabetes sebenarnya jenis penyakit yang sama. Namun sebagian orang seringkali salah menyebutnya dengan istilah kencing manis diabetes. Hal ini mungkin dilakukan untuk menekankan bahwa kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang sama, namun memiliki dua istilah yang berbeda. Terlepas dari masalah istilah yang berbeda tersebut sebenarnya ada yang lebih penting untuk diperhatikan, yaitu terkait dengan faktor resiko diabetes melitus. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai faktor resiko DM tersebut.

Faktor Resiko Diabetes

Faktor resiko sebenarnya merupakan beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko kencing manis diabetes. Ia dapat meliputi beberapa jenis makanan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol, penggunaan jenis obat tertentu dan sebagainya. Hal inilah yang nantinya dapat menyebabkan kadar gula darah diabetes. Artinya, kadar gula darah akan mengalami peningkatan yang cukup drastis, sehingga kemudian menganggu fungsi organ-organ penting lainnya di dalam tubuh.

Cara Tepat Mencegah Diabetes

Mengingat pemilihan makanan yang tidak tepat termasuk dalam faktor resiko penyakit kencing manis, maka akan lebih baik jika segera mengganti jenis makanan yang tidak sehat tersebut dengan yang lebih sehat. salah satunya adalah beras untuk diabetes. beras yang dimaksud dapat meliputi beras merah dan beras hitam. Kedua jenis beras tersebut dianggap lebih sehat sebagai obat herbal sakit diabetes jika dibandingkan dengan beras yang biasa kita konsumsi. mengapa dianggap lebih sehat?

Beras merah dan beras hitam mengandung karbohidrat kompleks gula rendah kalori. Kandungan karbohidrat ini sebenarnya juga dapat diperoleh dari beras yang biasa kita konsumsi. sayangnya, beras tersebut tidak mengandung cukup serat. Berbeda halnya dengan beras merah dan beras hitam yang lebih kaya serat, sehingga ia tidak hanya akan melancarkan sistem pencernaan, tetapi juga dapat menghambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah.

Dengan terhambatnya proses pelepasan glukosa ke dalam aliran darah, maka kadar glukosa darah pun akan tetap stabil. hal ini nantinya akan berdampak pada sekresi insulin, dimana dengan kadar glukosa darah yang stabil, tubuh hanya memerlukan sedikit sekresi insulin. Dengan begitu, kerja sel beta pankreas akan lebih ringan, sehingga ia tidak akan mudah mengalami kerusakan.

Bapak Ibu

  

Berbeda halnya ketika kadar glukosa darah meningkat, dimana tubuh nantinya akan memerlukan sekresi insulin dalam jumlah yang cukup banyak. Ini berarti sel beta pankreas harus bekerja lebih esktra. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka akibatnya tidak baik bagi sel beta pankreas sendiri. Lama kelamaan ia akan mengalami kerusakan akibat terus menerus melakukan tugas yang berat. Karenanya guna menjaga fungsi sel beta pankreas sekaligus mencegah penyakit diabetes, pertimbangkanlah untuk mengkonsumsi beras merah atau beras hitam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!