Diit DM ala Mediterania

Gangguan metabolisme merupakan penyebab penyakit diabetes melitus yang kemudian menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah. Lonjakan gula darah ini harus segera diatasi agar tidak memicu timbulnya komplikasi. Salah satu cara mengurangi terjadinya lonjakan gula darah yang disebabkan pankreas tidak memproduksi insulin secara alami adalah dengan menjalani diit DM. Sementara itu, salah satu tipe diet yang bisa diaplikasikan menjadi diet untuk penderita DM tersebut adalah diet mediterania. Berikut ini cara diet mediterania yang dimaksudkan.

Perbanyak Konsumsi Ikan

Diit DMKonsumi ikan seperti salmon dan tuna merupakan kunci diit DM ala mediterania, dimana nantinya penderita akan dapat memperoleh asupan protein dalam jumlah yang cukup. Berbeda halnya dengan asupan protein yang diperoleh dari daging, protein dari ikan lebih sehat. Selain itu, kandungan omega-3 dan omega-6 nya sangat tinggi. Kedua nutrisi inilah yang nantinya dapat mengurangi resiko gangguan kardiovaskuler yang biasanya dialami penderita.

Gangguan kardiovaskuler merupakan salah satu bentuk komplikasi diabetes yang dapat dialami oleh penderita. Hal ini sesuai dengan pengertian DM yang menyebutkan bahwa gangguan metabolisme yang terjadi dapat meningkatkan resiko komplikasi. Sementara itu, berkurang atau tidaknya resiko tersebut tidak bergantung pada tipe-tipe diabetes yang ada. Jadi ketika lonjakan gula darah tidak segera dikendalikan, maka resiko komplikasi akan semakin meningkat tanpa memandang jenis diabetes yang diderita. Karenanya menjalani diet dan konsumsi obat oral untuk diabetes bagi penderita DM sangatlah besar manfaatnya, dalam hal mengurangi frekuensi terjadinya lonjakan gula darah sekaligus resiko komplikasi.

Konsumsilah Sayuran Hijau

Selain memperbanyak konsumsi ikan dan minyak ikan, konsumsi sayuran hijau juga merupakan rahasia diet diabetes melitus ala mediterania. Sayuran kaya akan serat, karbohidrat kompleks, vitamin C dan E serta nutrisi penting lainnya. Kandungan seratnya tersebut tentu dapat membantu menghambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah. sementara itu, asupan vitamin C dan E dalam jumlah yang cukup dapat berfungsi sebagai antioksidan yang akan melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.

Meski banyak manfaat kesehatan yang akan diperoleh penderita dengan banyak mengkonsumsi sayuran hijau, hendaknya penderita juga memahami cara mengolah sayuran yang benar. Pemahaman ini nantinya akan sama dengan ketika penderita memahami apa itu diabetes. Jadi tidak hanya sekedar tahu akan manfaatnya bagi tubuh, tetapi juga mengetahui cara mengolahnya.

Bapak Ibu

  

Dalam hal ini, sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah maupun setengah matang, mengingat kebiasaan tersebut dapat semakin meningkatkan resiko masuknya bakteri ke dalam sistem pencernaan. Sementara itu ketika memasak sayuran, hindari proses memasak yang terlalu lama. Proses memasak yang terlalu lama nantinya dapat menguraikan nutrisi yang terkandung di dalamnya, sehingga nutrisinya akan berkurang. Hal ini tentunya akan mengurangi manfaat kesehatan yang dapat diperoleh.

Pilihlah Buah yang Kaya Serat dan Rendah Kalori

Seperti halnya sayuran, buah juga kaya serat dan vitamin. Namun beberapa buah ada yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi penderita diabetes, mengingat kalorinya sangat tinggi. Kalori berlebih akan dapat memicu terjadinya lonjakan gula darah pada penderita. Apalagi dengan gangguan metabolisme yang dialami, maka tubuh akan semakin rentan mengalami lonjakan gula darah. Guna menghindari terjadinya lonjakan gula darah tersebut, sangat disarankan untuk mengkonsumsi buah rendah kalori seperti apel, jeruk, blueberry, pir dan alpukat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!