4 Tips Menyusun Menu Penderita Diabetes

Penyakit diabetes akan selalu ditandai dengan munculnya tanda tanda diabetes melitus yang umumnya berupa sering buang air kecil, penurunan berat badan dan stamina yang menurun. Tanda atau gejala tersebut harus segera ditanggapi dengan melakukan pemeriksaan gula darah, sehingga dapat diketahui dengan pasti apakah anda menderita diabetes atau tidak. Jika sudah terdeteksi terserang penyakit gula darah tersebut, maka Pengobatan Penyakit Diabetes harus segera dijalani dengan diimbangi konsumsi makanan, yang masuk dalam kategori menu penderita diabetes. Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika akan menyusun menu penderita diabetes tersebut.

Pilih Makanan Berserat

Menu Penderita DiabetesUntuk menyusun hendaknya lebih dipertimbangkan jenis makanan yang kaya serat. Serat dalam jumlah yang cukup nantinya dapat membantu menghambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga terjadinya lonjakan gula darah dapat dikurangi atau bahkan dicegah. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat dalam hal mencegah munculnya komplikasi seperti contohnya retinopati diabetes.

Kandungan serat yang tinggi dapat dengan mudah diperoleh dengan mengkonsumsi sayuran, khususnya yang berwarna hijau gelap obat herbal buat diabetes melitus, buah penurun kadar gula darah, gandum, beras merah dan makanan kaya serat lainnya.

Telitilah Label Makanan Sebelum Membeli

Jika harus membeli bahan makanan dalam kemasan atau makanan yang sudah jadi guna menyusun menu sehat penderita diabetes, coba teliti kembali label makanan tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang anda beli tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Zat-zat berbahaya tersebut biasanya dapat berupa zat pewarna makanan, pengawet, perisa atau perasa makanan dan pemanis buatan. Semua zat ini dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan bahkan dapat merusak saraf. Karenanya akan lebih baik jika penderita mengolah sendiri makanan yang akan dikonsumsi daripada membeli makanan jadi atau olahan.

Batasi Penggunaan Garam

Ketika hendak menyusun menu penderita diabetes hendaknya juga dipertimbangkan mengenai pantangan penyakit diabetes. salah satu yang menjadi pantangan penyakit gula darah tersebut adalah asupan garam berlebih. Asupan garam berlebih diyakini menjadi pemicu meningkatnya tekanan darah. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan resiko penderita untuk mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Karenanya akan lebih baik jika penggunaan garam dalam masakan sedikit dibatasi, khususnya jika garam diperoleh dari penyedap rasa atau MSG.

Bapak Ibu

  

Hindari Penggunaan Pemanis Buatan

Selain membatasi penggunaan garam, penderita juga hendaknya lebih berhati-hati ketika menggunakan pemanis, baik berupa gula pasir maupun gula buatan. Gula pasir dan gula buatan, seperti sorbitol, aspartam dll, ternyata dapat meningkatkan indeks lelah pankreas. Ini berarti bahwa kedua jenis pemanis tersebut dapat merangsang sekresi insulin dalam jumlah yang berlebihan. Jika hal ini terus menerus terjadi, maka pankreas akan semakin rentan mengalami disfungsi.

Guna mengurangi indeks lelah pankreas, pertimbangkanlah penggunaan pemanis alami. Pemanis tersebut meliputi madu asli, gula aren dan gula stevia. Khusus untuk madu, pastikan terlebih dulu bahwa madu yang akan ditambahkan ke dalam masakan atau minuman merupakan madu asli (raw honey). Madu ini lebih sehat dibandingkan dengan madu yang sudah dikemas rapi dalam botol, mengingat madu dalam kemasan sebagian besar sudah diolah. Proses pengolahan tentunya akan mengubah struktur kimia dari madu tersebut. Belum lagi penambahan zat lain, seperti pengawet dan pemanis tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!