Ditemukan Klasifikasi (Jenis) Diabetes Melitus Baru

Klasifikasi diabetes melitus berdasarkan penyebabnya meliputi diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Adanya klasifikasi penyakit diabetes melitus ini bukan hanya bertujuan membedakan penyebabnya, melainkan juga untuk membedakan jenis penanganan diabetes melitus yang akan diberikan. Terlepas dari hal tersebut, para ahli ternyata telah menemukan adanya jenis diabetes melitus baru yang kemudian disebut dengan diabetes tipe 3. Seperti apa penyakit ini dan bagaimana ia mempengaruhi tubuh penderitanya?

Diabetes Tipe 3

Klasifikasi diabetes melitusDitemukannya tipe penyakit diabetes melitus baru sebenarnya dimulai dengan serangkaian hipotesis yang menunjukkan adanya hubungan antara dampak penyakit diabetes terhadap kinerja otak. Dari sinilah kemudian muncul jenis jenis diabetes baru yang disebut dengan diabetes tipe 3. Sama halnya dengan penyakit diabetes lainnya, penyakit ini juga ditandai dengan adanya lonjakan gula darah yang cukup tinggi. Bagaimana dengan penyebabnya?

Berbicara mengenai penyebab penyakit diabetes tipe 3 sebenarnya masih belum diketahui pasti apa yang menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah dalam tubuh penderita. Meski demikian, penyebabnya diyakini antara kerusakan sel beta pankreas dan resistensi insulin. Dengan kata lain, penyebab diabetes jenis baru ini bisa dibilang sama dengan penyakit diabetes lainnya. Hal ini nantinya juga berlaku untuk jenis diet penderita diabetes yang harus dilakukan maupun menu penderita diabetes yang harus disusun, guna mengendalikan kadar gula darah.

Hubungan Antara Diabetes dan Otak

Diabetes jenis baru ternyata selalu dihubungkan dengan kinerja otak. Otak, dalam hal ini, juga menggunakan insulin untuk menyerap glukosa dalam darah. karenanya ia memerlukan suplai insulin dalam jumlah yang cukup agar glukosa darah dapat terserap dengan baik. proses ini nantinya akan membantu mengurangi kadar glukosa dalam darah. selain itu, insulin juga berperan dalam hal meningkatkan kemampuan otak untuk merubah dan menguatkan fungsi saraf.

Ketika suplai insulin berkurang, maka otak pun akan dapat mengalami disfungsi. Kemampuannya dalam hal merubah dan meningkatkan fungsi saraf akan berkurang. Hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir dan penyimpanan memori. untuk dapat mencegah menurunnya fungsi otak, maka kadar gula darah harus selalu dijaga kestabilannya dengan selalu meningkatkan fungsi sel beta pankreas. Salah satu cara yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi sel beta pankreas adalah dengan berolahraga, seperti misalnya dengan melakukan senam diabetes mellitus.

Bapak Ibu

  

Selain berolahraga, perubahan gaya hidup lainnya juga perlu diupayakan agar hasilnya lebih maksimal dalam hal mencegah menurunnya fungsi otak dan sel beta pankreas. Perubahan gaya hidup, dalam hal ini, dapat meliputi pemilihan jenis makanan yang tepat, pengaturan jadwal dan porsi makan, penghitungan jumlah kalori yang diperlukan setiap harinya dan pemanfaatan kalori tersebut dalam bentuk aktifitas fisik. Konsumsilah juga Obat Diabetes agar dapat selalu mengontrol diabetes anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!