Hati-Hati! Ternyata Diabetes Melitus Pada Lansia Juga Dapat terjadi

Diabetes melitus pada usia lanjut lebih dikenal dengan istilah diabetes melitus tipe 2. Penyebab penyakit gula darah yang satu ini berbeda dengan diabetes pada anak atau diabetes melitus tipe 1. Hal ini karena diabetes tipe 2 disebabkan oleh gangguan fungsi insulin. Gangguan fungsi insulin yang terjadi dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti obesitas. Obesitas yang lebih cenderung menyebabkan penimbunan lemak di dalam tubuh tersebut kemudian memicu berkurangnya sensitifitas tubuh terhadap insulin. Inilah yang kemudian menyebabkan kerja insulin dalam hal mengontrol kadar gula darah menjadi kurang optimal.

Apakah Gejala Diabetes Tipe 2 Sama dengan Gejala Diabetes Tipe 1?

Baik diabetes tipe 2 maupun diabetes tipe 1 memiliki gejala atau tanda tanda yang sama. Salah satu gejala yang paling dominan adalah meningkatnya kadar gula darah yang seringkali disalahartikan sebagai akar penyebab kencing manis. Gejala lainnya dapat meliputi sering buang air kecil, sering haus, sering lapar dan penurunan berat badan yang cukup drastis.

Diabetes Tipe 2 Sangat Berkaitan dengan Gaya Hidup Seseorang

diabetes melitus pada lansiaSeperti yang sudah dijelaskan di awal artikel ini bahwa obesitas merupakan salah satu faktor pemicu penyakit gula darah yang paling sering ditemukan. Selain obesitas, gaya hidup seseorang ternyata juga merupakan faktor pemicu diabetes. Gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup serba instan yang mengkonsumsi makanan instan dengan kadar lemak tinggi secara berlebihan. Gaya hidup tersebut juga umumnya rendah aktifitas fisik.

Lalu bagaimana dengan faktor keturunan? Apakah diabetes tipe 2 juga dapat dipicu oleh faktor keturunan? Faktor keturunan lebih erat kaitannya dengan diabetes tipe 1. Dengan kata lain, faktor keturunan bukanlah faktor pencetus diabetes tipe 2. Hal ini sesuai dengan akar penyebab diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gangguan fungsi insulin. Artinya, faktor pemicu terjadinya gangguan fungsi insulin nantinya masih bisa dikendalikan.

Berbeda halnya dengan faktor keturunan yang tidak dapat bisa dikendalikan. Dengan adanya faktor keturunan tersebut nantinya seseorang dapat memiliki resiko dua kali lebih besar untuk terkena kencing manis dibandingkan dengan yang tidak.

Bapak Ibu

  

Perubahan Gaya Hidup Mampu Mengurangi Resiko Kencing Manis

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa gaya hidup merupakan salah satu faktor pemicu kencing manis. Karenanya jika anda ingin terbebas dari resiko penyakit gula darah ini, maka anda harus mau mengubah gaya hidup anda. Guna mengubah gaya hidup anda tersebut, anda perlu mempertimbangkan konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, khususnya serat. Lakukanlah juga olahraga secara rutin untuk menjaga fungsi sel beta pankreas agar tetap optimal.

Selain sebagai upaya untuk mengurangi resiko kencing manis, perubahan gaya hidup juga dapat membantu penderita dalam hal menjaga kestabilan kadar gula darahnya. Apalagi jika penderita juga mengalami obesitas dan merasa kesulitan untuk mengurangi berat badannya. Olahraga rutin tentunya akan sangat bermanfaat dalam hal menjaga kestabilan kadar gula darah penderita sekaligus membakar lemak berlebih sehingga berat badan akan sedikit berkurang.

Pengobatan Medis Hanya Mampu Menjaga Kestabilan Kadar Gula Darah

Pengobatan medis untuk penderita penyakit gula darah umumnya diberikan dalam bentuk sulih insulin dan obat hipoglikemik oral. Namun khusus untuk penderita diabetes tipe 2, pengobatan yang diberikan akan lebih sering berupa obat hipoglikemik oral. Pengobatan medis yang dijalani tersebut memang mampu menjaga kestabilan kadar gula darah penderita. Namun sayangnya pengobatan tersebut belum mampu mengatasi kencing manis secara menyeluruh.

Untuk dapat sembuh dari penyakit gula darah, maka pengobatan yang efektif seharusnya mampu mengatasi akar penyebabnya. Jadi bukan hanya menjaga kestabilan kadar gula darah. Jika pengobatan yang dijalani hanya mampu menjaga kestabilan kadar gula darah, maka hasilnya tentu tidak akan permanen.

>> Klik DI SINI agar gula darah Anda tetap stabil <<

Pengobatan Herbal Mampu Atasi Kedua Akar Penyebab Diabetes dengan Baik

Pengobatan Herbal Mulai Jadi Alternatif Untuk Penderita Diabetes Karena Terbukti KhasiatnyaPengobatan medis telah terbukti belum mampu mengatasi kedua akar penyebab kencing manis. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kemudian penderita mulai mencari alternatif pengobatan lain. Salah satu alternatif pengobatan yang paling digemari adalah pengobatan herbal. Dalam hal ini, penggunaan obat herbal memang tidak dilarang. Apalagi obat alami diabetes melitus umumnya menggunakan bahan bahan alami yang aman dikonsumsi. Namun bagaimana dengan khasiatnya?

Secara khasiat, obat herbal yang ada saat ini memang masih belum terbukti secara klinis. Untuk itu, guna membuktikan khasiatnya obat herbal tersebut harus melalui beberapa kali proses penelitian terlebih dahulu. Jika harus menunggu semua proses tersebut selesai tentunya akan memakan waktu. Sementara itu dengan semakin bertambahnya waktu, maka penyakit anda akan semakin bertambah parah. Bagaimana jika ada obat herbal yang sudah teruji secara klinis khasiatnya? Apakah anda tertarik untuk mencobanya?

Tahitian Noni sebagai salah satu merek obat herbal yang sudah lama beredar merupakan satu-satunya yang sudah teruji secara klinis khasiatnya. Obat herbal yang menggunakan mengkudu pilihan sebagai komposisinya ini bukan hanya dapat membasmi akar penyebab kencing manis, melainkan juga ampuh dalam hal mengatasi berbagai macam penyakit. Karenanya Tahitian Noni dapat menjadi solusi terbaik bagi penanganan diabetes anda.

> KLIK DI SINI untuk mengalahkan diabetes Anda Sekarang <

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!