Fakta Mengejutkan Dibalik Gula, Pengganti Gula dan Label Makanan

Gula sering kali dianggap sebagai biang keladi diabetes. Hal ini memang tidak salah, tapi ternyata “zat pengganti gula” yang dikira aman, ternyata tidak selalu aman untuk penderita diabetes. Dalam artikel ini, kami akan bagikan info penting tentang seluk beluk gula, “pengganti gula”, dan “kecurangan” dalam penulisan label makanan low calorie. Kami percaya artikel ini akan bermanfaat untuk Anda saat memilih makanan di swalayan kesayangan Anda.

Asupan gula dalam jumlah yang cukup sangat diperlukan tubuh. Hal ini karena gula merupakan karbohidrat sederhana yang berfungsi sebagai bahan baku pembuatan energi. Namun mengingat gula merupakan karbohidrat sederhana, maka konsumsi berlebihan akan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang seringkali ditimbulkan adalah diabetes. Asupan gula yang berlebihan dapat merangsang pelepasan insulin oleh sel beta pancreas dalam jumlah besar. Jika terus menerus terjadi, maka sel beta pankreas akan mengalami kerusakan.

Selain dapat meningkatkan resiko penyakit kencing manis, asupan gula yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko seseorang untuk mengalami obesitas bahkan juga komplikasi lain seperti kanker, stroke dan jantung. Sementara itu, obesitas merupakan salah satu faktor pemicu kencing manis. Ini artinya, konsumsi gula secara berlebihan akan semakin meningkatkan resiko diabetes seseorang. Karenanya asupan gula akan lebih baik jika dikurangi guna mengurangi resiko penyakit gula darah tersebut.

Asupan Gula Berlebih Dapat Mengurangi Kekebalan Tubuh sampai 92%

Asupan gula secara berlebihan ternyata tidak hanya meningkatkan resiko diabetes seseorang, tetapi juga dapat mengurangi kekebalan tubuh. Hal ini karena asupan gula berlebih, khususnya gula yang diperoleh dari minuman bersoda, dapat mengurangi efisiensi kerja sel darah putih sampai 92%. Sementara itu, sel darah putih memiliki peran yang sangat penting dalam hal meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini karena sel darah putih dapat menghalau benda asing, baik itu bakteri atau kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh tidak akan mudah terinfeksi.

Dengan berkurangnya efisiensi kerja sel darah putih dalam hal melindungi tubuh dari benda asing tersebut, maka kekebalan tubuh akan berkurang. Dengan begitu, tubuh akan semakin rentan terhadap infeksi, khususnya infeksi penyakit.

Bapak Ibu

  

Asupan Gula Berlebih pada Anak Dapat Membuatnya Hiperaktif

Asupan gula berlebih ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Menurut hasil riset terbaru, seorang anak yang lebih sering mengkonsumsi gula, khususnya gula buatan yang biasanya digunakan sebagai pemanis makanan olahan pabrik, akan lebih cenderung membuat anak tersebut hiperaktif. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi fisik anak tersebut karena anak yang hiperaktif menuntut pemenuhan energi yang cukup untuk mendukung efek dari konsumsi gula yang berlebihan tersebut. Bahkan ada kecenderungan bahwa waktu tidur anak tersebut dapat terganggu akibat kehiperaktifannya.

Selain menyebabkan anak menjadi hiperaktif, asupan gula berlebih juga dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak. Resiko terkena asma juga akan semakin meningkat pada anak yang sering memperoleh asupan gula berlebih jika dibandingkan dengan anak lainnya yang tidak mengkonsumsinya secara berlebihan.

Label Makanan Seringkali Menipu

Label makanan seringkali menipu. Terutama ketika harus memberikan keterangan mengenai jumlah kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Produsen makanan, dalam hal ini, telah berhasil menemukan cara agar besar kalori yang diberikan pada label makanan tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk tetap membeli makanan hasil produksi mereka. Karenanya anda harus benar-benar teliti ketika membeli makanan olahan pabrik, khususnya yang mengandung gula.

Makanan olahan yang mengandung gula buatan seringkali memberikan label sugar free pada kemasannya atau low calorie. Pemberian label sugar free tersebut memang benar mengingat produsen tidak menggunakan gula seperti halnya gula pasir yang dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Namun produsen lebih memilih untuk menggunakan gula dengan susunan kimia yang berbeda seperti sugar alcohol (xylitol, sorbitol dll) atau justru gula buatan yang berbahaya untuk dikonsumsi, seperti aspartam.

Kedua bentuk gula buatan yang digunakan tersebut memang terbukti tidak memicu lonjakan kadar gula darah. Namun penggunaan dalam jangka waktu yang lama tetap tidak diperbolehkan. Apalagi aspartam disebut sebut sebagai pemicu kerusakan saraf jika digunakan terus menerus. Karenanya ketika harus membeli makanan olahan dengan label sugar free tadi, anda perlu mempertimbangkan kembali penggunaan gula pengganti di dalamnya. Anda sebaiknya memperhatikan “gula buatan” jenis apa yang tertera di label makanan tersebut.

Fakta di Balik Label Low Calorie

Selain makanan olahan dengan label sugar free tersebut, anda juga perlu lebih teliti ketika membeli makanan dengan label low calorie, khususnya jika anda sedang menjalani diet kalori. Hal ini karena label yang tertera bukan berati bahwa makanan tersebut benar-benar bebas kalori. Makanan tersebut tetap memiliki jumlah kalori dari karbohidrat, tetapi dalam bentuk lain. Seperti contohnya penggunaan gula buatan tadi yang juga merupakan salah satu penghasil kalori. Biasanya untuk mengurangi jumlah kalori yang akan dicantumkan pada label makanan, produsen makanan akan lebih cenderung memisahkan antara kalori gula buatan yang digunakan dengan kalori yang sesungguhnya.

Dengan adanya pemisahan tersebut, makanan yang diproduksi akan terlihat seperti memiliki jumlah kalori yang rendah karena kalori dari gula buatan tersebut tidak dimasukkan ke dalam perhitungan kalori secara total. Hal inilah yang perlu anda waspadai ketika membeli makanan agar tidak salah memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Solusi Agar Gula Darah Tetap Stabil

Pengobatan diabetes memang terbukti ampuh dalam hal menurunkan gula darah. Namun untuk menjaga kestabilannya, pengobatan diabetes belum mampu mengupayakannya, mengingat ia tidak mengatasi langsung permasalahan diabetes yang ada. Karenanya pengobatan lain (pengobatan herbal) perlu diupayakan untuk membantu mengatasi permasalahan diabetes tersebut.

Solusi terbaik dalam hal terapi untuk diabetes saat ini ada pada Tahitian Noni. Mengapa demikian? Tahitian Noni memiliki kemampuan dalam hal mengatasi permasalahan diabetes yang sudah dibuktikan secara medis. Zat aktif Iridoid yang diteliti oleh dr. Neil Solomon terbukti mampu memperbarui kerusakan sel beta pankreas dan meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin, sehingga kadar gula darah penderita dapat kembali stabil.

KLIK DI SINI untuk mencabut akar penyebab diabetes Anda Sekarang Juga

Comments (1)
  1. Edi Poerwanto Soetardjan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!