5 Cara Menurunkan Gula Darah

Menurunkan gula darah dianggap lebih mudah dilakukan daripada menjaga kestabilan gula darah. Hal ini berdasarkan fakta bahwa menurunkan kadar gula darah dapat dilakukan dengan jalan pengobatan medis. Meski demikian, perlu diingat bahwa penurunan gula darah yang terjadi seringkali terlalu drastis, sehingga membuat penderita semakin beresiko mengalami hipoglikemia. Belum lagi efek ketergantungan yang ditimbulkan pengobatan medis. Karenanya kami merasa perlu untuk membagikan tips seputar cara menurunkan gula darah secara alami yang kami yakin akan sangat bermanfaat bagi penderita. Berikut ini 5 diantaranya.

Mengurangi Konsumsi Makanan Berkabohidrat

Asupan karbohidrat sangat penting bagi tubuh, mengingat karbohidrat merupakan sumber utama energi selain lemak. Meski demikian, asupan karbohidrat tersebut dapat memicu masalah kesehatan bagi penderita diabetes, khususnya yang berhubungan dengan kadar gula darahnya. Dalam hal ini, asupan karbohidrat yang diperoleh tubuh akan dipecah menjadi glukosa yang akan masuk ke dalam aliran darah. Normalnya, glukosa tersebut dapat diserap kembali ke dalam sel dengan bantuan insulin dan kepekaan sel yang cukup baik. Namun akibat berkurangnya sekresi insulin dan/atau kepekaan sel terhadap insulin, maka glukosa tidak dapat masuk kembali ke dalam sel.

Glukosa yang tetap berada dalam aliran darah tersebut kemudian memicu lonjakan glukosa darah. Agar tidak terjadi lonjakan glukosa secara terus menerus, maka penderita disarankan untuk mengurangi asupan karbohidratnya yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh setiap harinya. Atau penderita dapat memilih jenis karbohidrat kompleks yang dapat diperoleh dari gandum, beras merah dan sayuran.

lainnya juga termasuk memperhatikan cara penderita mengolah bahan makanannya. Misalnya nasi siap saji dikonsumsi bersamaan dengan sayuran atau bisa juga menambahkan gandum havermut ketika menanak beras. Cara ini dianggap dapat menambah kandungan serat pada nasi, sehingga ketika dikonsumsi tidak akan memicu lonjakan gula darah.

Menambah Porsi Makanan Berserat

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, makanan berserat dapat dianggap sebagai penurun gula darah. Makanan berserat sebenarnya tidak akan dicerna oleh tubuh. Namun justru karena kehadirannya, proses penyerapan glukosa akan berlangsung lebih lambat, sehingga glukosa darah akan lebih cenderung stabil. Berbeda halnya ketika yang masuk ke dalam tubuh sebagian besar dalam bentuk karbohidrat, dimana ia akan dipecah menjadi gula sederhana dan masuk ke dalam aliran darah.

Bapak Ibu

  

Pada orang normal, gula sederhana tersebut akan dapat diserap kembali oleh sel untuk diproses menjadi energi. Sementara itu pada penderita diabetes, gula sederhana akan tetap berada di dalam aliran darah. Inilah yang menyebabkan kadar gula darah menjadi meningkat. Karenanya perlu dipertimbangkan kembali untuk menambahkan makanan berserat dalam menu harian penderita.

Tanaman Herbal Diabetes

Mengkonsumsi tanaman herbal diabetes merupakan cara menurunkan gula darah secara alami yang dapat dipertimbangkan oleh penderita. Apalagi khasiatnya dalam hal menurunkan gula darah juga sudah diakui dan digunakan sejak ratusan tahun yang lalu. Tanaman penurun gula darah tersebut meliputi kunyit, ceremai, pare, daun mangga, sambiloto, pegagan, ginseng, dan tanaman lainnya. Meski nantinya dapat membantu menurunkan gula darah, hendaknya juga diwasapadai mengenai kemungkinan terjadinya hipoglikemia setelah mengkonsumsi tanaman tersebut.

Membakar Lemak Berlebih

Cara Menurunkan Gula DarahMembakar lemak berlebih merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar gula. Hal ini biasanya dilakukan oleh penderita diabetes yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Tujuannya selain untuk menjaga berat badan dan mengurangi resiko penyakit kardiovaskular adalah untuk menurunkan gula darah. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa lemak berlebih dapat mempengaruhi kepekaan sel terhadap insulin, sehingga kemudian menganggu fungsi sel tersebut. Jika sel tersebut mengalami gangguan, dalam arti kepekaannya terhadap insulin berkurang, maka gula darah akan mengalami lonjakan yang cukup drastis akibat ketidakmampuan sel dalam hal menyerap kembali gula darah tersebut.

Pelajari Cara Mengolah Makanan yang Benar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara mengolah makanan nantinya juga akan mempengaruhi efek makanan yang dikonsumsi terhadap gula darah. Karenanya akan lebih baik jika penderita mengetahui cara mengolah makanan yang baik dan benar. Khusus untuk menanak nasi, akan lebih baik jika menggunakan panci biasa yang dipanaskan di atas kompor, bukan dengan mesin atau alat penanak nasi. Cara ini dianggap dapat mencegah terurainya karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana.

Sementara itu ketika ingin memasak sayuran, disarankan untuk tidak memasaknya terlalu lama. Memasak sayur terlalu lama hanya akan merusak kandungan karbohidrat kompleksnya dan menghilangkan sebagian nutrisi yang dikandungnya.

Khusus untuk makanan yang digoreng, penderita disarankan untuk tidak terlalu sering menggunakan minyak, khususnya yang dipanaskan. Akan lebih baik jika mengganti cara memasak tersebut dengan hanya menumis atau memanggang. Bisa juga dengan mengaplikasikan teknik vacuum frying dengan alat masak tertentu. Apalagi saat ini juga sudah banyak ditemui peralatan masak yang bisa meminimalkan penggunaan minyak, sehingga aplikasinya akan lebih mudah.

Solusi Lain

Solusi untuk mengatasi diabetes melitus saat ini banyak ditemukan di pasaran melalui berbagai variasi produk kesehatan herbal. Mana yang lebih tepat untuk dikonsumsi? Jawabannya hanyalah Tahitian Noni Juice, yang terbukti secara klinis mampu mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami gangguan, dalam hal ini sel beta pankreas dan kepekaan sel reseptor insulin, sehingga kemudian kadar gula darah akan kembali stabil dengan sendirinya.

=> Klik di sini untuk mengalahkan diabetes anda <=

Comments (1)
  1. Elo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!