Fakta: Obat DM Tingkatkan Resiko Gagal Jantung

Obat DM atau obat diabetes oral selama ini merupakan jenis pengobatan diabetes yang ampuh dalam hal menurunkan gula darah penderita, khususnya penderita diabetes tipe 2. Namun ternyata penggunaan obat tersebut dapat semakin meningkatkan resiko gagal jantung, selain meningkatnya resiko hipoglikemia. Bagaimana kedua hal tersebut bisa terjadi? Penjelasan detil mengenai efek samping salah satu jenis pengobatan DM tersebut akan kami bagikan pada artikel kali ini.

Selain membahas mengenai efek samping obat penyakit diabetes melitus tersebut, kami juga akan memberikan informasi penting di akhir artikel nanti, mengenai pengobatan diabetes yang seharusnya diupayakan oleh penderita. Pastikan anda tetap mengikuti ulasan kami sampai akhir artikel untuk memperoleh informasi berharga tersebut.

Catatan:

Penulisan yang salah yang seringkali ditemukan: obat diabetes militus

Penulisan yang benar seharusnya ‘obat diabetes mellitus’ atau ‘obat diabetes melitus.’

Bapak Ibu

  

Sekilas Tentang Obat Diabetes Oral

Sedikitnya ada 6 jenis obat untuk diabetes melitus, yaitu sulfonylurea, biguanide, thiazolidinedione, DPP-4 inhibitor, meglitinide, dan alpha-glucosidase inhibitor. Masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda dalam hal menurunkan gula darah. Meski demikian, efek yang diberikan terhadap gula darah penderita kurang lebih sama, yaitu mampu menurunkan gula darah penderita yang sebelumnya mengalami lonjakan.

Dalam hal membantu menurunkan gula darah penderita tersebut, keenam jenis obat diabetes yang ada ternyata belum mampu mengatasi sumber permasalahannya. Karenanya perlu sedikit dibedakan antara menurunkan dengan menstabilkan atau menjaga kestabilan gula darah, mengingat kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Dalam hal ini, penderita seringkali salah mengartikan sehingga penurunan gula darah yang terjadi dianggap sama dengan tercapainya kestabilan gula darah. Padahal jika memang obat diabetes mampu mengupayakan tercapainya kestabilan gula darah penderita, maka ia tidak akan memicu reaksi hipoglikemia.

Kenyataannya, obat diabetes oral hanya menurunkan dan bukan menstabilkan gula darah. Mengapa hanya mampu menurunkan gula darah? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa obat diabetes tersebut tidak bekerja langsung pada akar permasalahannya. Sementara itu, untuk bisa mengembalikan kestabilan gula darah penderita, akar permasalahan diabetes yang meliputi kerusakan sel beta pankreas dan resistensi insulin harus terlebih dahulu diatasi.

Jenis Obat yang Meningkatkan Resiko Gagal Jantung

Obat DMSecara umum, obat diabetes dikenal dapat memicu hipoglikemia akibat cara kerjanya yang langsung menurunkan gula darah tanpa terlebih dulu mengatasi akar permasalahan penyakit. Ditambah lagi dengan fakta baru hasil studi para peneliti dari University of East Anglia, yang menyatakan bahwa obat jenis thiazolidinedione, khususnya pioglitazone (actos) dan rosiglitazone (avandia) dapat meningkatkan resiko gagal jantung pada penderita diabetes tipe 2. Penyebab meningkatnya resiko gagal jantung tersebut ditengarai akibat retensi cairan yang dipicu oleh kedua obat tersebut.

Hasil penelitian tersebut semakin memperjelas hasil penelitian sebelumnya yang juga menyebutkan efek samping dari kedua obat yang termasuk dalam kelompok thiazolidinedione tersebut, khususnya roziglitazone dalam hal meningkatkan resiko serangan jantung.

Berdasarkan dari kedua hasil penelitian tersebut, maka dapat diketahui bahwa dengan penggunaan obat diabetes jenis thiazolidinedione resiko gagal jantung akan semakin berlipat ganda. Mengapa dikatakan berlipat ganda? Perlu diingat bahwa resiko penderita untuk mengalami gagal jantung sebenarnya sudah ada akibat lonjakan gula darah yang dialami. Intinya ketika penderita menggunakan obat jenis thiazolidinedione tersebut, maka resiko yang dimiliki akan semakin meningkat.

Apa Solusi untuk Keduanya?

Solusi pertama yang harus diupayakan oleh penderita adalah dengan mengatasi akar permasalahan diabetes. Untuk diabetes tipe 2, akar permasalahannya ada pada sensitifitas reseptor insulin yang mengalami penurunan. Dari sini dapat diketahui bahwa pengobatan yang tepat harusnya mampu meningkatkan kembali sensitifitas reseptor insulin yang mengalami penurunan tersebut. Jadi bukan hanya sekedar menurunkan gula darah.

Ketika sensitifitas reseptor insulin sudah kembali optimal, maka kadar gula darah akan kembali stabil, seperti pada orang normal. Hal yang sama seharusnya juga dilakukan pada penderita diabetes tipe 1, dimana sel beta pankreasnya mengalami kerusakan. Dalam hal ini, kerusakan yang dialami harus diperbaiki dengan cara regenerasi sehingga kemudian fungsinya dapat kembali optimal. Masalahnya sekarang adalah adakah pengobatan yang mampu bekerja langsung pada kedua akar permasalahan diabetes tersebut?

Jangan khawatir. Solusi obat diabetes melitus untuk mengatasi kedua akar permasalahan diabetes tersebut kini bahkan sudah hadir di Indonesia dengan label Tahitian Noni. Hasil penelitian dr. Neil Solomon terhadap buah Noni kemudian menemukan adanya kandungan zat aktif Iridoid yang mampu mengatasi kedua akar permasalahan diabetes tersebut, sehingga kadar gula darah penderita nantinya dapat kembali stabil tanpa harus terlebih dulu mengalami penurunan yang cukup drastis.

KLIK DI SINI untuk mencabut akar permasalahan diabetes anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!