Labu Parang, Herbal Diabetes yang Ampuh Menurunkan Gula Darah

Pernah mengkonsumsi labu parang sebelumnya? Sayuran atau lebih tepatnya buah ini ternyata tidak hanya nikmat disajikan sebagai masakan maupun kue, tetapi juga merupakan herbal diabetes. Mengenai hal tersebut akan kami bahas tuntas dalam artikel kali ini. Jadi pastikan anda mengikuti ulasan kami sampai akhir artikel nanti karena akan ada fakta menarik yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi anda.

Kandungan Nutrisi Labu Parang

Herbal DiabetesLabu parang sebagai sebenarnya merupakan temuan mahasiswa fakultas kedokteran hewan UGM. Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa tersebut diketahui bahwa labu parang mengandung saponin dan flavonoid. Saponin mampu membantu menurunkan gula darah penderita diabetes. Meski ujicoba dilakukan pada tikus, hasilnya bisa dibilang cukup signifikan dalam hal menurunkan gula darah. fakta ini diperoleh setelah diketahui bahwa penambahan dosis saponin yang diberikan dapat semakin menurunkan gula darah.

Sementara itu, flavonoid yang dihasilkan dari labu parang berfungsi meregenerasi sel beta pankreas yang mengalami kerusakan. Dengan proses regenerasi tersebut, maka fungsi sel beta pankreas dalam hal mensekresikan insulin dapat kembali dioptimalkan.

Keunggulan Labu Parang Dalam Hal Menurunkan Gula Darah

Sebagai herbal diabetes melitus yang berasal langsung dari alam, labu parang jelas sekali tidak menimbulkan efek samping pada penderita diabetes. Selain itu, tanaman herbal untuk diabetes ini mudah ditemukan, sehingga bisa menjadi alternatif pengobatan bagi pasien diabetes yang mengalami masalah finansial. Dengan begitu, kasus diabetes melitus diharapkan dapat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Keunggulan lainnya juga termasuk pengaturan dosis labu parang yang bisa dengan mudah dilakukan. Dianggap mudah karena berdasarkan hasil penelitian mahasiswa fakultas kedokteran hewan UGM, semakin tinggi dosis labu parang yang dikonsumsi, maka akan semakin baik dampaknya terhadap gula darah.

Bapak Ibu

  

Kekurangan Labu Parang

Salah satu kekurangan utama ramuan herbal diabetes dengan labu parang ini adalah kandungan saponinnya yang ternyata mudah sekali mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut umumnya terjadi akibat proses memasak atau cara pengolahan yang salah, mengingat saponin mudah sekali larut dalam air. Jadi ketika labu parang diolah (dimasak), maka kadar saponinnya tersebut akan terurai dan hilang dalam air.

Sementara itu, ketika labu parang dikonsumsi mentah memang kadar saponin yang masuk ke dalam tubuh akan lebih banyak. Namun umumnya masyarakat enggan mengkonsumsi buah ini dalam keadaan mentah. Seringkali justru dinikmati sebagai campuran masakan maupun diolah menjadi kue. Itu artinya kadar saponin yang masuk ke dalam tubuh akan berkurang. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi efektifitasnya dalam hal menurunkan gula darah.

Solusi Lain untuk Penderita DM

Dengan mengetahui kekurangan labu parang dalam hal menurunkan gula darah, maka akan semakin besar kecenderungannya bagi penderita untuk mencari solusi obat herbal diabetes melitus lainnya. Tahitian Noni, dalam hal ini, dapat menjadi solusi terbaik bagi penderita. Hal pertama yang mungkin akan dipertimbangkan adalah mengenai efisiensi herbal diabet tersebut yang langsung dapat dikonsumsi. Selain itu, tahitian Noni diproses dengan teknologi terbaik sehingga khasiatnya dalam hal mengatasi permasalahan diabetes tetap terjaga. Kini saatnya anda mencoba dan membuktikan sendiri khasiat herbal gula darah ini.

Klik di sini untuk mengalahkan diabetes anda sekarang juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!