Ternyata Ada Obat Untuk Diabetes Yang Efektif

Sebelum anda menemukan sebuah terobosan terbaru dalam hal , terlebih dahulu anda harus mengetahui penyakit diabetes secara menyeluruh. Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Biasanya kadar gula yang meningkat tersebut diketahui secara tidak sengaja ketika melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum.

Yang perlu ditekankan disini ialah penyebab dari meningkatnya kadar gula darah, bukan tingginya kadar gula darah. Hal ini mengingat secara umum orang akan mengalami peningkatan kadar gula darah dua jam setelah makan. Namun setelahnya kadar gula darah akan kembali normal karena adanya proses metabolisme gula yang masuk dengan bantuan insulin.

Lain halnya dengan penderita penyakit gula darah, dua jam setelah makan kadar gula darah tetap meningkat. Hal ini bisa jadi akibat kurangnya jumlah insulin yang diproduksi dan/atau resistensi sel terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Untuk menormalkan kembali kadar gula darah yang meningkat tersebut, tubuh akan membuang kelebihan gula melalui urin setelah sebelumnya menarik lebih banyak cairan tubuh untuk mengencerkan urin. Ini merupakan alasan mengapa penderita diabetes mellitus akan sering sekali buang air kecil.

Banyaknya cairan yang dibuang melalui urin, mengakibatkan penderita diabetes banyak minumJika terus menerus buang air kecil maka akibatnya penderita akan mengalami malnutrisi sekaligus dehidrasi. Malnutrisi terjadi akibat gula yang seharusnya diproses menjadi energi dan cadangan makanan harus dibuang bersama dengan urin. Sementara itu dehidrasi terjadi akibat banyaknya cairan tubuh yang keluar dan intensitas penderita dalam hal mengeluarkan urin dengan jumlah urin yang dikeluarkan melebihi batas normal.

Mengingat kadar gula darah harus distabilkan maka upaya penanganan medis yang diberikan guna menormalkan kembali kadar gula darah dapat berupa pemberian suplai insulin dari luar tubuh maupun obat anti diabetes. Kedua sangat efektif sekali dalam membantu menstabilkan kadar gula darah yang meningkat. Namun yang perlu anda ketahui adalah bahwa obat sakit diabetes yang diberikan dokter hanya sekedar memberikan efek sembuh sementara.

Bapak Ibu

  

Hal ini terbukti ketika penderita lupa menyuntikkan insulin dan/atau lupa meminum , maka kadar gula darahnya akan kembali meningkat. Berikut uraian mengenai masing-masing penanganan medis yang diberikan pada penderita kencing manis.

=> Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil <=

Insulin Buatan

Insulin buatan diberikan pada penderita diabetes melitus tipe I melalui suntikan. Hal ini karena pada penderita diabetes tipe I, sel beta pankreas yang merupakan penghasil utama insulin bagi tubuh mengalami kerusakan. Akibatnya insulin yang dihasilkan pun tidak dapat mencukupi jumlah yang diperlukan tubuh atau bahkan tidak ada sama sekali. Karenanya tujuan disuntikkannya insulin buatan pada penderita adalah untuk membantu mencerna gula sehingga kadar gula darah pun menjadi stabil.

obat untuk diabetesSelain melalui suntikan, insulin buatan juga dapat diberikan melalui oral dan semprot hidung. Namun kedua metode pemberian insulin ini dianggap tidak efektif. Mengapa demikian? Hal ini karena jika insulin buatan diberikan secara oral, maka otomatis enzim pencernaan yang ada di mulut akan merusaknya sehingga efeknya pun tidak akan seefektif insulin yang diberikan dengan jalan suntik.

Sama halnya dengan insulin yang diberikan lewat mulut, insulin yang diberikan melalui semprot hidung juga dinilai kurang efektif. Hal ini sangat beralasan sekali mengingat jika insulin disemprotkan maka akan sukar sekali mengatur dosisnya maupun memperkirakan jumlah insulin yang berhasil masuk ke dalam tubuh.

Jenis Insulin Yang Diberikan Pada Penderita

Umumnya terdapat tiga jenis insulin buatan yang diberikan pada penderita dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Insulin Kerja Lambat

Insulin jenis ini efeknya baru akan timbul setelah 6 jam dan bekerja lebih lama, yaitu selama 28 – 36 jam. Contohnya adalah insulin suspensi seng yang sudah dikembangkan.

  • Insulin Kerja Sedang

Insulin kerja sedang efeknya akan timbul setelah 1 – 3 jam dan mencapai puncaknya dalam rentang waktu 6 – 10 jam setelah disuntikkan. Insulin kerja sedang dapat memenuhi fungsinya untuk menstabilkan kadar gula darah penderita selama 18 – 26 jam. Biasanya insulin jenis ini disuntikkan sekali pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari atau disuntikkan pada malan hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam. Contoh insulin kerja sedang adalah insulin suspensi seng atau insulin suspensi isofan.

  • Insulin Kerja Cepat

Insulin kerja cepat bekerja paling cepat diantara jenis insulin yang ada dan bekerja paling sebentar. Efek pemberian insulin kerja cepat biasanya akan mulai tampak dalam waktu 20 jam dan mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam. Insulin kerja cepat hanya bekerja dalam jangka waktu 6 – 8 jam. Insulin ini seringkali diberikan pada penderita yang menjalani beberapa suntikan setiap harinya dan biasanya akan disuntikkan 15 – 20 menit sebelum makan. Contohnya insulin kerja cepat adalah insulin reguler.

Mengingat ada tiga jenis insulin yang berbeda maka nantinya pemberian insulin pada penderita akan disesuaikan pada keinginan penderita untuk mengontrol penyakitnya serta untuk memantau kadar gula darahnya lalu menyesuaikan dosisnya, aktifitas penderita setiap harinya dan kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.

Klik Di Sini untuk Memiliki gula darah yang normal dan stabil Sekarang juga

Selain suntik insulin, penderita juga akan diberikan obat hipoglikemik oral untuk menstabilkan kadar gula darahnya. Namun biasanya obat penurun gula darah ini hanya diberikan pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penjelasan lebih lanjut dapat anda peroleh pada artikel selanjutnya. Klik Di Sini untuk memperoleh info lengkap mengenai obat hipoglikemik oral untuk penderita kencing manis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!