Mengenal Lebih Dekat Faktor Penyebab Kencing Manis

Penyakit diabetes yang selalu ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah sering disebut sebagai penyakit kencing manis. Mengapa bisa disebut demikian? Hal ini sangat erat kaitannya dengan hasil pemeriksaan kadar gula darah. Ketika dilakukan pemeriksaan kadar gula darah, maka akan terlihat peningkatan kadar gula darah yang sangat drastis. Biasanya sebelum melakukan pemeriksaan kadar gula darah akan muncul beberapa gejala diabetes.

Untuk lebih memastikan hasil pemeriksaan kadar gula darah, biasanya dokter juga akan melakukan tes pada urin penderita. Dari tes urin inilah nantinya akan ditemukan banyaknya kandungan gula dalam urin penderita sehingga kemudian oleh kebanyakan orang penyakit diabetes disebut sebagai penyakit kencing manis.

Mengapa Terdapat Gula Dalam Urin Penderita?

Mengapa Terdapat Gula Dalam Urin Penderita?

Mengapa Terdapat Gula Dalam Urin Penderita?

Mengingat ketika dilakukan tes urin akan ditemukan banyak sekali kandungan gula dalam urin penderita, sebagian besar dari anda mungkin bertanya mengapa gula bisa ikut terbuang bersama dengan urin. Mekanisme ikut terbuangnya gula bersama dengan urin sebenarnya akibat tidak adanya produksi insulin yang cukup guna membantu proses metabolisme gula dan/atau adanya resistensi sel terhadap insulin.

Gula merupakan penghasil energi dan cadangan makanan bagi tubuh. Untuk dapat diubah menjadi energi dan cadangan makanan, gula yang berasal dari makanan harus terlebih dahulu melalui proses metabolisme gula yang akan melibatkan insulin. Ketika jumlah insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas tidak mencukupi jumlah yang diperlukan tubuh, maka proses metabolisme gula akan terhambat. Hal ini mengingat untuk dapat diserap oleh sel, gula memerlukan jumlah insulin yang cukup.

Seperti halnya jumlah insulin yang tidak memenuhi jumlah insulin yang diperlukan tubuh, resistensi sel terhadap insulin yang ada juga memicu peningkatan kadar gula darah. Hal ini karena insulin yang diproduksi tidak akan dapat bekerja secara optimal dalam membantu proses metabolisme gula sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah.

Bapak Ibu

  

Gula yang berada dalam aliran darah jika masih bisa ditahan oleh ginjal, maka gula tersebut tidak akan masuk ke dalam urin. Namun apabila jumlah gula yang ada melebihi nilai batas ambang ginjal, yaitu 180 mg/dL, maka ginjal pun tidak akan mampu menahan kelebihan gula dalam darah tersebut. Inilah alasan mengapa gula ditemukan dalam urin penderita diabetes.

Mengapa Terjadi Peningkatan Kadar Gula Darah?

Peningkatan kadar gula darah terjadi akibat tidak adanya produksi insulin yang cukup dan/atau resistensi sel terhadap insulin yang ada. Sebenarnya terdapat beberapa faktor penyebab penyakit gula lainnya. Namun umumnya faktor yang ditemukan pada penderita meliputi kurangnya produksi insulin di dalam tubuh dan resistensi sel reseptor insulin terhadap insulin yang ada.

Kerusakan Sel Beta Pankreas Menjadi Pemicu Tingginya Kadar Gula Darah

penyebab kencing manisTidak adanya produksi insulin guna membantu proses metabolisme gula di dalam tubuh merupakan akibat dari rusaknya sel beta pankreas. Sayangnya kerusakan pada sel beta pankreas ini tidak dapat dideteksi lebih awal sehingga pencegahan terhadap kerusakan sel beta pankreas tidak dapat dicegah.

Sel beta pankreas sendiri merupakan penghasil utama insulin bagi tubuh. Akibat rusaknya sel beta pankreas, maka secara otomatis produksi insulin akan terganggu. Bahkan kerusakan yang sangat parah pada sel beta pankreas dapat menyebabkan insulin tidak dapat diproduksi lagi. Hal ini tentu saja akan sangat merugikan tubuh mengingat insulin berperan penting dalam proses metabolisme gula.

Akibat tidak adanya produksi insulin yang cukup maka nantinya proses metabolisme gula akan terganggu. Akibatnya gula tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh sel sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah.

Resistensi Sel Menghambat Proses Metabolisme Gula

Resistensi sel merupakan salah satu penyebab kencing manis selain kerusakan sel beta pankreas. Bedanya ketika tubuh penderita mengalami resistensi terhadap insulin, tubuh penderita masih dapat memproduksi insulin yang diperlukan untuk membantu proses metabolisme gula. Dengan kata lain, sel beta pankreas masih dapat mensekresikan jumlah insulin yang diperlukan tubuh guna mendukung proses metabolisme gula.

Sayangnya, akibat resistensi sel terhadap insulin, sensitifitas sel terhadap insulin menjadi berkurang. Hal ini berdampak pada fungsi insulin itu sendiri dalam hal membantu proses metabolisme gula. Akibatnya proses metabolisme gula pun terhambat sehingga gula yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh tubuh terpaksa harus dibuang bersama dengan urin. Hal ini guna mengurangi kelebihan gula dalam darah yang dapat menyebabkan disfungsi pada organ-organ lainnya.

Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kerusakan sel beta pankreas tidak dapat dicegah. Kerusakan baru dapat diketahui ketika kadar gula darah sudah mengalami peningkatan drastis. Lain halnya dengan kerusakan sel beta pankreas, resistensi sel terhadap insulin masih dapat dicegah. Karenanya perlu sekali untuk melakukan upaya pencegahan tersebut guna mengurangi resiko diabetes, khususnya diabetes melitus tipe 2 yang paling sering ditemui.

==> Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil <==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!