Trik Agar Penyebab Diabetes Lebih Mudah Dikenali

Penderita diabetes selalu bertambah setiap tahunnya. Namun sayangnya pengetahuan akan penyebab diabetes melitus belum sepenuhnya dipahami dengan benar. Umumnya sebagian besar orang hanya tahu bahwa diabetes disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah. Padahal sebenarnya, kadar gula darah yang meningkat merupakan akibat dari terhambatnya metabolisme gula di dalam tubuh.

Seperti halnya obat diabetes yang hanya sekedar menstabilkan kadar gula darah yang meningkat tanpa memberi solusi terhadap akar permasalahan diabetes, pemahaman orang terhadap penyebab diabetes mellitus juga perlu diluruskan. Hal ini mengingat diabetes merupakan penyakit serius yang dapat memicu timbulnya komplikasi penyakit diabetes melitus. Komplikasi inilah yang umumnya membuat penderita tersiksa, dari kehilangan salah satu anggota tubuh sampai kematian dini. Lalu apa sebenarnya penyebab penyakit diabetes?

Kerusakan Sel Beta Pankreas Memicu Tingginya Kadar Gula Darah

penyebab diabetesSalah satu akar permasalahan diabetes yang berujung pada meningkatnya kadar gula darah adalah adanya kerusakan pada sel beta pankreas. Kerusakan pada sel beta pankreas ini dapat dipicu oleh banyak faktor yang meliputi keturunan dan faktor lainnya. Akibat rusaknya sel beta pankreas, sekresi insulin menjadi terganggu.

Terhambatnya sekresi insulin mengakibatkan terganggunya proses metabolisme gula di dalam tubuh. Hal ini mengingat bahwa untuk dapat masuk ke dalam sel, gula memerlukan insulin yang cukup. Kerusakan pada sel beta pankreas, seperti yang telah disinggung di awal, akan menghambat sekresi insulin. Akibatnya insulin yang diproduksi jumlahnya tidak mencukupi atau bahkan tidak ada produksi insulin sama sekali.

Akibat jumlah insulin yang diperlukan untuk membantu proses metabolisme gula tidak mencukupi maka gula pun akhirnya gagal diserap dan dimanfaatkan oleh sel. Karena tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh sel maka gula tetap berada dalam aliran darah. Ikutnya gula bersama aliran darah inilah yang menyebabkan tingginya kadar gula darah.

Bapak Ibu

  

Kerusakan pada sel beta pankreas umumnya ditemukan pada penderita diabetes melitus tipe I. Diabetes tipe I biasanya menyerang anak-anak dan remaja. Dengan kata lain, penderita umumnya berusia di bawah 30 tahun.

Resistensi Sel Terhadap Insulin Yang Ada Memicu Peningkatan Kadar Gula Darah

Selain kerusakan yang terjadi pada sel beta pankreas sebagai penghasil utama insulin bagi tubuh, tingginya kadar gula darah juga dapat dipicu oleh adanya resistensi sel terhadap insulin yang ada. Dalam hal ini, tubuh masih dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup guna membantu proses metabolisme gula.

Sayangnya akibat resistensi sel terhadap insulin, maka insulin yang ada pun tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik dalam membantu proses metabolisme gula. Akibatnya gula pun tetap berada dalam aliran darah sehingga kadar gula darah pun meningkat drastis.

Penyebab resistensi sel yang paling umum meliputi penimbunan lemak di dalam tubuh, khususnya di daerah yang dekat dengan pankreas. Penimbunan lemak ini menutupi permukaan sel sehingga proses penyerapan gula oleh sel menjadi terhambat dan akhirnya terjadi resistensi.

Resistensi sel terhadap insulin umumnya ditemukan pada tubuh penderita diabetes melitus tipe II. Seperti halnya diabetes tipe I yang sebagian besar penderitanya anak-anak dan remaja, diabetes tipe II umumnya menyerang orang dewasa yang berumur lebih dari 30 tahun.

Penimbunan Lemak Di Dalam Tubuh Memicu Resistensi Sel Terhadap Insulin Yang Ada

Penimbunan Lemak Di Dalam Tubuh Memicu Resistensi Sel Terhadap Insulin Yang AdaSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penimbunan lemak di dalam tubuh akan memicu terjadinya resistensi sel terhadap insulin. Karenanya alangkah baiknya jika penimbunan lemak di dalam tubuh dikurangi guna mencegah resistensi sel terhadap insulin sehingga kadar gula darah pun menjadi stabil.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna mengurangi penimbunan lemak di dalam tubuh adalah dengan berolahraga secara teratur dan banyak mengkonsumsi makanan yang kaya serat. Kedua hal tersebut sebenarnya juga termasuk upaya pencegahan terhadap diabetes dengan disertai perubahan gaya hidup dan pengendalian berat badan.

Pola Makan Yang Tidak Sehat dan Tidak Teratur Memicu Kerusakan Sel Beta Pankreas

Kerusakan pada sel beta pankreas dapat dipicu oleh faktor keturunan. Namun benarkah faktor keturunan merupakan satu-satunya penyebab kerusakan pada sel beta pankreas? Ternyata terdapat beberapa faktor lain yang juga dapat memicu kerusakan pada sel beta pankreas. Faktor pemicu tersebut meliputi pola makan yang tidak sehat serta tidak teratur.

Sangat beralasan sekali jika pola makan yang tidak sehat serta tidak teratur menjadi faktor pemicu kerusakan pada sel beta pankreas. Hal ini mengingat pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur dapat mengurangi jatah nutrisi yang diperlukan tubuh. Yang lebih parah bahkan pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur tersebut dapat membuat tubuh kehilangan banyak nutrisi. Hal ini karena minimnya nutrisi yang diperoleh maka akan memaksa tubuh untuk menggunakan cadangan makanan yang ada.

Akibat kurangnya nutrisi yang diperoleh tubuh, maka fungsi tubuh dan organ-organ yang ada di dalamnya pun akan terganggu. Salah satu fungsi tubuh, yaitu dalam hal meregenerasi sel atau jaringan yang rusak tidak akan tercapai akibat kurangnya nutrisi yang diperoleh.

Kurangnya Aktifitas Fisik Memicu Penimbunan Lemak Di Dalam Tubuh

Kurangnya aktifitias fisik juga terbukti dapat mempertinggi resiko seseorang terkena diabetes. Hal ini mengingat kurangnya aktifitas fisik akan cenderung memicu penimbunan lemak di dalam tubuh. Lemak dalam jumlah yang cukup sangatlah penting bagi tubuh. Namun apabila jumlahnya melebihi jumlah yang diperlukan tubuh, lemak pun bisa menimbulkan masalah. Salah satu masalah yang ditimbulkan adalah resistensi sel terhadap insulin sehingga menyebabkan kadar gula darah meningkat drastis.

Dengan mengetahui penyebab penyakit diabetes melitus, khususnya faktor-faktor pemicu diabetes, diharapkan resiko diabetes dapat dikurangi atau bahkan ditiadakan sama sekali. Hal ini mengingat belum ditemukannya obat diabetes melitus yang secara efektif mampu memberikan kesembuhan permanen bagi penderita sehingga upaya pencegahan sudah seharusnya dilakukan sejak dini.

=> Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil <=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!