Tanda-Tanda Yang Mempengaruhi Munculnya Diabetes Tipe 2

Diabetes secara umum dikenal dengan sebutan penyakit gula. Hal ini berdasarkan pada fakta bahwa ketika dilakukan pemeriksaan pada penderita, khususnya pemeriksaan pada urin penderita maka akan ditemukan banyak sekali kandungan gula pada urin tersebut. Ikut terbuangnya gula bersama urin sebenarnya merupakan salah satu upaya tubuh guna menstabilkan kadar gula darah penderita yang meningkat drastis.

Mungkin anda bertanya mengapa peningkatan gula darah penderita harus direspon tubuh dengan cara membuang kelebihan darah melalui urin? Hal ini mengingat kelebihan gula dalam darah dapat menyebabkan masalah lain. Salah satu masalah yang dapat ditimbulkan akibat tingginya kadar gula dalam darah adalah tersumbatnya pembuluh darah. Inilah alasan mengapa kemudian tubuh akan membuang kelebihan gula dalam darah tersebut melalui urin.

Terlepas dari tingginya kadar gula darah penderita, secara umum kadar gula darah akan selalu meningkat setiap kali selesai makan. Namun seberapa besar peningkatan tersebut akan bergantung pada banyaknya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kadar gula darah yang sebelumnya meningkat akan kembali normal biasanya dua jam setelah makan. Ini terjadi pada orang normal.

diabetes tipe 2Lain halnya dengan penderita diabetes mellitus tipe 2, yang mana kadar gula darahnya akan tetap meningkat dua jam setelah makan. Hal ini dapat dipicu oleh beberapa faktor. Namun yang paling umum adalah terkait dengan kerusakan yang terjadi pada sel beta pankreas sehingga menghambat proses produksi insulin. Kerusakan yang terjadi pada sel beta pankreas ini sangat identik sekali dengan penderita diabetes melitus tipe I yang umumnya anak-anak.

Akibat terhambatnya produksi insulin maka insulin yang dihasilkan pun kurang dari jumlah yang diperlukan tubuh atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini mengakibatkan proses metabolisme gula akan terhambat sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah. Inilah penyebab meningkatnya kadar gula darah penderita.

Bapak Ibu

  

Selain karena rusaknya sel beta pankreas, pada dm tipe 2 tubuh mengalami resistensi terhadap insulin yang ada. Hal ini tentu saja akan berimbas pada proses metabolisme gula. Akibatnya proses tersebut menjadi terhambat sehingga kadar gula darah pun meningkat.

Gejala Diabetes Tipe 2

Seperti halnya penderita diabetes pada umumnya, penderita juga akan mengalami beberapa hal berikut yang merupakan gejala diabetes.

  • Sering buang air kecil

Sering buang air kecil, terutama pada malam hari dengan jumlah urin yang dikeluarkan melebihi jumlah urin yang biasa dikeluarkan orang normal, harus dicurigai sebagai gejala diabetes. Hal ini mengingat dengan meningkatnya kadar gula dalam darah penderita maka tubuh akan membuang kelebihan gula dalam darah melalui urin. Hal ini guna menstabilkan kembali kadar gula darah penderita.

  • Penurunan berat badan

Penurunan berat badan yang terjadi pada penderita tanpa disertai dengan diet yang sehat dan terjadi dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan dapat dicurigai sebagai salah satu gejala diabetes. Karenanya alangkah baiknya ketika gejala ini muncul segera dilakukan pemeriksaan kadar gula darah sehingga dapat diketahui dengan pasti apakah penderita terkena diabetes atau tidak.

penurunan berat badan yang terjadi merupakan akibat dari tingginya kadar gula darahTerlepas dari perlu atau tidaknya pemeriksaan kadar gula darah, penurunan berat badan yang terjadi merupakan akibat dari tingginya kadar gula darah. Hal ini akan mendorong tubuh untuk membuang kelebihan gula tersebut melalui urin sehingga berakibat pada jumlah nutrisi yang diperoleh tubuh.

Dengan dibuangnya gula berasma dengan urin maka tubuh akan kehilangan nutrisi penting karena gula yang dibuang seharusnya dapat diubah menjadi energi dan cadangan makan bagi tubuh. Akibat adanya resistensi sel terhadap insulin yang ada maka proses metabolisme gula pun menjadi terhambat sehingga gula tetap berada dalam aliran darah.

Akibat kurangnya nutrisi yang diperoleh tubuh maka tubuh akan memenuhi kebutuhan nutrisinya tersebut dengan mencerna cadangan makanan yang ada. Ketahuilah bahwa cadangan makanan yang ada merupakan penyokong berat tubuh. Artinya jika cadangan makanan yang ada digunakan terus menerus maka akan habis dan berkuranglah berat tubuh.

  • Banyak makan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa akibat dibuangnya gula bersama dengan urin maka tubuh akan mengalami malnutrisi. Hal ini akan membuat tubuh mengirimkan pesan lapar ke otak sehingga nantinya akan timbul rasa lapar. Umumnya penderita akan makan dalam jumlah yang banyak guna memenuhi rasa lapar tersebut.

  • Banyak minum

Selain mengalami malnutrisi, tubuh juga akan kekurangan banyak cairan tubuh. Hal ini karena untuk mengencerkan urin yang akan dikeluarkan, tubuh terpaksa menarik banyak cairan tubuh ke dalam urin. Akibatnya kekurangan cairan tubuh menyebabkan rasa haus pada penderita yang akan ditanggapi dengan cara banyak meminum air, terutama yang dingin dan manis. Hal ini justru akan membuat kadar gula darahnya semakin meningkat drastis.

Agar dapat mengurangi gejala yang muncul, maka diperlukan upaya untuk selalu menjaga kestabilan kadar gula darah penderita. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengobatan medis. Pengobatan, dalam hal ini, telah terbukti mampu menjaga kestabilan kadar gula darah penderita meski belum secara tuntas mengatasi akar penyebabnya, yang jauh berbeda dengan obat alami untuk diabetes. penjelasan lebih detil mengenai pengobatan medis untuk penderita diabetes ini dapat anda peroleh pada artikel selanjutnya. Klik Di Sini untuk mengetahui pengobatan medis yang biasanya diberikan pada penderita DM tipe 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!