Waspadai Gejala Diabetes Sekarang Juga ! (bag2)

Pada artikel selanjutnya sudah dijelaskan mengenai gejala penyakit diabetes yang umumnya muncul. gejala tersebut dapat meliputi sering buang air kecil, lemas, mudah capek, cepat haus, cepat lapar dan penurunan berat badan yang cukup drastis. khusus untuk artikel kali ini akan dibahas mengenai gejala diabetes lanjutan yang biasanya muncul setelah menderita penyakit gula darah tersebut. Gejala lanjutan ini biasanya diikuti dengan komplikasi diabetes melitus kronis. Hal ini umumnya terjadi setelah menderita diabetes selama kurang lebih 10 – 15 tahun. Berikut ini komplikasi yang biasanya terjadi. Namun sebelum itu, anda mungkin ingin mengingat kembali penjelasan pada artikel sebelumnya agar lebih memahami isi artikel kali ini. Klik Di Sini untuk menuju ke artikel sebelumnya.

  • Gangguan Pada Penglihatan

gejala diabetesGangguan penglihatan terjadi ketika gula yang tidak dapat diserap oleh tubuh tetap berada dalam aliran darah. Suatu saat, zat gula yang tidak dapat diserap oleh tubuh ini akan masuk ke aliran darah yang menuju mata. Akibatnya pembuluh darah mata akan terganggu oleh adanya zat gula yang ikut dalam aliran darah tadi.

Yang selanjutnya terjadi jika tidak segera dilakukan penanganan yang tepat, maka mata tidak akan mendapat suplai darah yang cukup. Jika hal ini terjadi pada pembuluh darah halus retina, maka akan menyebabkan gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini seringkali tidak terdeteksi sehingga dapat berkembang menjadi kebutaan. Karenanya ketika divonis terserang diabetes, pemeriksaan mata secara teratur harus dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada mata.

  • Gangguan Pada Ginjal

Setelah makanan masuk ke dalam tubuh, tubuh akan melakukan reaksi metabolisme. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh dan zat sisa. Zat-zat yang diperlukan akan diserap oleh tubuh sedangkan zat sisa akan dibuang dalam bentuk urin dan feses.

Ginjal merupakan organ yang berfungsi mengatur pengeluaran zat sisa atau zat racun dari dalam tubuh. Untuk itulah ginjal dilengkapi dengan glomerulus yang merupakan filter atau penyaring. Dengan adanya gula dalam darah dengan jumlah yang tinggi, tugas ginjal dalam menyaring zat-zat sisa ke luar tubuh menjadi lebih berat. Jika terus menerus terjadi, maka suatu saat ginjal akan rusak. Akibatnya zat-zat sisa atau racun yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh akan menumpuk dan meracuni tubuh.

Bapak Ibu

  

Gangguan pada ginjal dapat dikenali dengan munculnya albumin di dalam urin. Karena itulah, pemeriksaan terhadap ginjal juga perlu dilakukan setelah divonis diabetes. hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang nantinya dapat menyebabkan penderita harus menjalani cuci darah.

Cuci darah sebenarnya bukanlah solusi untuk menangani kerusakan ginjal. Hal ini hanya untuk membantu mengeluarkan zat-zat sisa dari dalam tubuh yang sudah tidak dapat ditangani oleh ginjal sampai si penderita mendapatkan ginjal baru (transplantasi ginjal).

  • Gangguan Pada Saraf

Gangguan Pada Saraf akibat diabetesSelain gangguan pada ginjal dan penglihatan, diabetes juga dapat mempengaruhi kerja syaraf. Akibatnya terjadi gangguan pada syaraf yang mengakibatkan nyeri pada tungkai dan kaki (neuralgi), diare, konstipasi dan gangguan serta infeksi pada kandung kemih.

Mengingat resiko terjadinya komplikasi sangat besar pada penderita diabetes, upaya pencegahan sangatlah perlu untuk dilakukan bagi mereka yang belum terserang diabetes. bagaimana jika anda sudah terlanjur terserang diabetes? Perubahan gaya hidup, pola makan yang teratur, diet seimbang dan olahraga yang cukup dapat membantu anda dalam hal mengurangi resiko komplikasi diabetes. Selain itu diperlukan pula pemahaman yang cukup akan gejala diabetes dan gejala komplikasi agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan ketika muncul gejala.

Selain pemahaman yang cukup mengenai gejala diabetes dan komplikasi, pengobatan medis juga harus secepatnya diupayakan guna menjaga kestabilan kadar gula darah. Hal ini karena pengobatan medis telah terbukti dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah penderita. Meski demikian, penderita tetap boleh mengupayakan jenis pengobatan lainnya untuk mendukung pengobatan medis yang sedang dijalani mengingat pengobatan medis hanya sebatas menjaga kestabilan kadar gula darah saja. Untuk hasil terbaik, pastikan anda hanya memilih obat herbal yang khasiatnya sudah benar-benar teruji secara medis, seperti halnya Tahitian Noni yang bahkan sudah mendapatkan rekomendasi resmi dari badan kesehatan dunia terkait khasiat dan kegunaannya.

Klik DI SINI untuk mengalahkan diabetes Anda Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!