Mencegah Diabetes Melitus dengan Rajin Sarapan

Mencegah diabetes melitus ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya dengan rajin sarapan atau makan pagi, anda pun telah dianggap mengupayakan pencegahan diabetes melitus. Meski demikian, hendaknya perlu diingat bahwa sarapan yang dimaksud adalah sarapan sehat. Jadi makanan yang dikonsumsi harus tepat jenis dan jumlahnya, sehingga dapat berperan optimal dalam hal obat herbal diabetes melitus. Hal ini bahkan telah dibuktikan melalui sebuah studi. Berikut ini detil penelitian beserta hasilnya.

Bukti Riset

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap ribuan orang yang merupakan non-penderita diabetes melitus tipe II menunjukkan hasil yang cukup signifikan, mengenai adanya hubungan erat antara penyakit diabetes melitus 2 dengan kebiasaan meninggalkan sarapan. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa sarapan pagi dengan menu sehat dapat membantu mengurangi resiko diabetes sampai 31%.

Mencegah Diabetes MelitusAngka tersebut sangatlah fantastis untuk ukuran mencegah penyakit diabetes melitus maupun mengurangi resikonya. Selain nantinya dapat membantu mengurangi resiko penyakit gula darah, kebiasaan sarapan pagi juga dapat mengurangi nilai indeks massa tubuh atau BMI.

Lebih lanjut, para ahli juga berhasil membuktikan bahwa kualitas sarapan, dalam arti makanan yang dikonsumsi merupakan makanan kaya nutrisi, nantinya dapat semakin meningkatkan kecenderungan seseorang untuk dapat mencegah diabetes melitus. Dari sini dapat diketahui bahwa kebiasaan sarapan ternyata bukan satu-satunya yang berperan dalam hal mengurangi resiko penyakit diabetes, melainkan juga masih bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini dianggap sangat wajar mengingat makanan sendiri merupakan salah satu pantangan penyakit diabetes, terutama jika tidak tepat jenisnya.

Tingkatkan Frekuensi Sarapan

Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya bahwa kebiasaan sarapan dapat membantu mengurangi resiko diabetes. hal ini nantinya juga dapat semakin dioptimalkan hasilnya dengan memilih jenis makanan yang tepat untuk dikonsumsi saat sarapan. Selain itu, para ahli juga menambahkan mengenai dampak frekuensi sarapan terhadap berkurangnya resiko diabetes.

Bapak Ibu

  

Ketika frekuensi sarapan semakin meningkat, dalam arti seseorang semakin sering melakukannya dengan diimbangi menu makanan yang sehat, maka dampaknya akan semakin positif dalam hal mengurangi resiko atau bahkan mencegah penyakit gula darah. Ini berarti bahwa keberhasilan upaya pencegahan terhadap penyakit gula darah tidak hanya bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada frekuensi sarapan yang dilakukan. Fakta ini kemudian menyimpulkan bahwa berkurangnya frekuensi sarapan dapat menjadi salah satu penyebab penyakit gula darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!